Nia
2 min readDec 3, 2023

--

Fear of making mistakes.

Hari Sabtu pagi di awal Desember ini aku pergi menemui musyrifah baruku di kostnya untuk melaksanakan halqah rutin. Saat ini beliau sedang menempuh S2 di FIB UGM setelah sebelumnya menempuh S2 di Birmingham University, Inggris. Pertemuan pertama itu sangat berkesan karena aku jadi mendapat banyak insight dari beliau.

Di tengah pembahasan kami tentang kemuliaan qiyadah fikriyah Islam, ada hal menarik yang beliau jelaskan pada kami. Bahwa sejatinya mabda Islam mempunyai sifat alami yang ketika terimplementasi dalam diri seorang muslim, mabda itu akan membekas dan berefek dalam kehidupannya. Bahkan, seseorang yang benar-benar menerapkan Islam dalam hidupnya akan melangkah menuju kesempurnaan.

Lalu beliau menambahkan, lantas mengapa ada orang yang ilmunya sudah banyak, dia tahu halal haram, namun tetap saja melakukan apa yang Allah larang? Aku terkesiap, seolah pertanyaan itu terlontar untuk menyadarkanku.

Musyrifahku menjawab, “berarti kesadaran akan hubungannya dengan Allah (idrak shilah billah) belum sempurna pada orang itu.”

Aku masih mencerna, karena sejak awal mengkaji tentang bahasan idrak shilah billah, aku hanya memahami teorinya tanpa benar-benar merasakan makna aslinya.

Ternyata, kesadaran akan hubungan kita dengan Allah itu teramat penting. Hal itu mewujud pada kesadaran bahwa diri kita ialah seorang hamba dan Allah adalah pencipta kita. Allah ialah Tuhan kita satu-satunya yang berhak ditaati. Dari sini, kita seharusnya menyadari bahwa tujuan hidup kita ialah untuk meraih ridha-Nya. Kesadaran ini akan membawa kita untuk senantiasa berhati-hati dalam bertindak sebab takut kepada Allah. Di satu sisi kita juga akan selalu meyakini bahwa pertolongan Allah itu dekat.

Jadi, mempelajari Islam tidak boleh hanya sekadar untuk memperkaya khazanah ilmu pengetahuan sehingga kita seperti buku berjalan. Lebih dari itu, setiap syariat haruslah diterapkan baik dalam tataran individu, masyarakat, maupun negara.

Dunia ini seluruhnya adalah kebodohan dan kematian kecuali ilmu yang berada di dalamnya. Ilmu pun seluruhnya hanya akan menjadi penghujat kepada seluruh makhluk kecuali yang mengamalkannya. Amal pun seluruhnya hanya akan terhambur sia-sia kecuali yang dilandasi keikhlasan. Sedangkan keikhlasan adalah perkara besar yang tidak dapat diketahui kecuali hanya oleh Allah SWT.” (Imam Baihaqi, Syu’abul Iman)

“Kita tahu ini haram, tapi kenapa kita terkadang masih melakukannya?” Itu tandanya ilmu kita baru sampai di kepala, belum sampai masuk ke dalam hati. — Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri حفضه الله

Pada akhirnya, aku menyadari bahwa kita tidak bisa hanya mengandalkan ilmu agar bisa selamat dan terhindar dari maksiat. Bisikan syaitan, godaan hawa nafsu, keinginan hati yang berlawanan, akan terus menyeret kita pada kehinaan. Maka kita diminta untuk selalu memohon petunjuk kepada Allah dan mohon agar Allah jaga selalu. Jika Allah sudah menolong kita, insyaAllah kita tidak akan terjerumus ke lubang dosa. Itu pun diperlukan ikhtiar maksimal dari diri kita untuk memilih dan mengikuti jalan yang benar.

يا مقلب القلوب ثبت قلبى على دينك

Wahai Zat Yang Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.

Pict from instagram @iinsafrina

--

--

Nia

A life-long learner. Associated with faith, knowledge, and wisdom.